KISAH NABI HARUN A.S.
Segala Puji
Milik Allah atas segala karunia-Nya kepada kita semua, segala kenikmatan yang
tidak akan pernah kita sanggup untuk membalasnya, bahkan pun jika seluruh ‘amal
kebajikan manusia sejak Nabi Adam hingga akhir zaman dikumpulkan, tidak akan
ada nilainya dibanding setetes nikmat yang Allah turunkan ke muka bumi. Diblog
ini saya akan menceritakan sedikit cuplikan kisah Nabi Ismail a.s, semoga
kisah-kisah beliau dapat menjadikan kita semua yang membacanya menjadi pribadi yang
lebih baik lagi. Amin.
Nabi Harun A.S
adalah kakak kandung dari Nabi musa A.S. silsilah keluarganya adalah sebagai
berukut, Harun bin Imran bin Qahits bin Lawi bin Yakub bin Ishak bin Ibrahim.
Nabi Harun A.S merupakan salah seorang nabi yang di minta nabi Musa A.S pada
Allah untuk membantu memperkembangan agama Allah, ia di angkat menjadi nabi
pada 1450 SM. Ia di rugaskan berdakwah kepada pengikut Fir’aun dan bani israil
di Sina (Mesir). Nabi Musa menikah dengan dua orang wanita yang bernama Elisheba
dan Miriam.
Nabi
Harus AS diutus oleh Allah SWT untuk membantu tugas kerasulan Nabi Musa AS.
Dalam berbicara, ia lebih cakap dari pada Nabi Musa AS. Ketika Nabi Musa AS
pergi ke Bukit Sina untuk menerima wahyu, umatnya dititipkan kepada Nabi Harusn
AS. Namun setelah Nabi Musa AS kembali, ia mendapati mereka telah menyembah
patung anak sapi. Melihat itu, Musa sangat marah dan bersedih hati. Dalam Al
Qur'an diceritakan: Dan tatkala Musa telah kembali kepada kaumnya dengan marah
dan sedih hati berkatalah dia: Alangkah buruknya perbuatan yang kamu kerjakan
sesudah kepergianku! Apakah kamu hendak mendahului janji Rabbmu? Dan Musa
melemparkan luh-luh (Taurat) itu dan memegang (rambut) kepala saudaranya
(Harun) sambil menariknya ke arahnya. Harun berkata: Hai anak ibuku,
sesungguhnya kaum ini telah menganggapku lemah dan hampir-hampir mereka mau
membunuhku, sebab itu janganlah kamu menjadikan musuh-musuh gembira melihatku,
dan janganlah kamu masukkan aku ke dalam golongan orang-orang yang zalim. (QS
Al-A'râf: 150) Akhirnya Musa pun sadar, ia lalu berdoa kepada Allah SWT
sepertit ersebut dalam Al Qur'an: Musa berdoa: Ya Rabbku, ampunilah aku dan
saudaraku dan masukkanlah kami ke dalam rahmat Engkau, dan Engkau adalah Maha
Penyayang di antara para penyayang. (QS Al-A'râf: 151) Nabi Harun AS wafat
sebelum Nabi Musa AS. Ia dikuburkan oleh Nabi Musa AS di Bukit Hur di Gurun
Sinai.
Akhirnya saya sebagai
penulis hanya bermohon kepada Allah swt, semoga dijadikan bagian dari bangunan
dakwah yang kelak akan mengantarkan Islam kembali menjadi Ustadziatul’alam,
Kebenaran itu hanya datang dari Allah, maka jangan sekali-kali kita ragu untuk
mengambilnya sedang yang salah adalah datang dari diri penulis pribadi.
Silahkan Baca kisah lainnya disini

Terimakasih gan atas infonya yang bermanfaat ini, visit balik ya http://shalat-sunah-hajat.blogspot.com/
BalasHapus