KISAH NABI SULAIMAN A.S
"Bismi-llahi ar-rahmani ar-rahimi"
(Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih dan
Maha Penyayang)
Nabi
Sulaiman merupakan seorang nabi dan raja yang saleh. Allah memberi mukjizat
kepadanya sehingga dapat memahani bahasa binatang dan menundukkan bangsa jin.
Beliau sangat berwibawa dan ditakuti semua anak buahnya.
Suatu ketika, Nabi Sulaiman mengumpulkan seluruh tentaranya yang
terdiri dari manusia, binatang, dan para jin. Mereka semua berkumpul memenuhi
undangan sang Raja di balairung. Setelah semua diperiksa, maka Nabi Sulaiman
mengetahui bahwa burung Hud-hud ternyata tidak hadir.
Sebenarnya
burung hud-hud ini adalah mata-mata pasukan Nabi Sulaiman, yang bertugas
mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang apa saja yang patut diketahui oleh
Nabi Sulaiman. Melihat keterlambatan burung hud-hud ini, Nabi Sulaiman terlihat
agak jengkel sambil bertanya,"Di manakah burung Hud-hud, mengapa belum
kelihatan. Padahal tugasnya sangat penting, yakni mencari sumber mata air baru."
Melihat hal ini, semua pasukan yang hadir tidak berani menjawab. Manakala Raja
Sulaiman berhenti bicara, tiba-tiba burung Hud-hud datang. Tampaknya ia habis
terbang jauh dan dengan kecepatan tinggi, hingga ia tersengal-sengal.
"Wahai Hud-hud, tidakkah kau
sadari kesalahanmu. Apakah kau tidak tahu kalau sekarang aku mengadakan
pertemuan? Tapi kau datang terlambat!"
"Ampun baginda raja.
Sesungguhnya aku baru saja mengadakan perjalanan jauh sampai ke suatu negeri
yang engkau tidak pernah mengetahuinya. Negeri ini bernama kerajaan Saba'.
Kerajaan ini diperintah oleh seorang wanita. Keadaan negeri ini sangat makmur.
Namun sayang, mereka menyembah matahari,"
Tetapi Raja Sulaiman tidak serta merta mempercayai kabar tersebut.
Untuk membuktikan kebenaran dari ucapan burung hud-hud, Nabi Sulaiman
menuliskankan surat, dan meminta burung hud-hud untuk mengirimkannya kepada
sang ratu penguasa negeri Saba yang bernama Balqis.. Tibalah burung hud-hud di
negeri Saba. Sesampainya di sana, diam-diam burung hud-hud menjatuhkan surat
itu tepat mengenai kepala sang ratu hingga membuatnya terbangun. Ia membuka
sampul surat itu dan membacanya.
"Surat ini dari Sulaiman dan
sesungguhnya surat berbunyi,'Dengan Nama Allah, Maha Pemurah dan Maha
Penyayang.' Bahwa janganlah kamu sekalian sombong terhadapku dan datanglah
kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri." (QS An-Naml: 30-31).
Selanjutnya sang Raja menambahkan untuk mengajak ratu Balqis untuk
masuk Islam dan menghentikan cara ibadah menyembah matahari. Setelah membaca
surat itu, Ratu Balqis mengadakan pertemuan dengan para menterinya, untuk
membicarakan bagaimana menghadapi sikap raja lain yang berani mencegah kerajaan
Saba' menyembah matahari. Semua itu diperhatikan oleh burung hud-hud tanpa
tertinggal sedikitpun. Kembalilah burung hud-hud ke Sulaiman. Nabi Sulaiman
kemudian berkata,"Hai hud-hud, sampaikanlah laporanmu kepadaku!". Burung
hud-hud menceritakan dari awal hingga akhir. Sang ratu meminta saran yang
terbaik dari para menterinya. Rupanya sang ratu merasa khawatir, bila Sulaiman
beserta bala tentaranya akan menyerang negeri Saba. Untuk itu, Ratu Balqis
berkeinginan untuk mengirimkan seorang utusan kepada Nabi Sulaiman sambil
membawa hadiah-hadiah yang menarik.
Akhirnya utusan dari negeri Saba pun pergi ke kerajaan Sulaiman.
Utusan itu disambut dengan ramah tamah oleh Nabi Sulaiman. Setelah mendengar
uraian utusan itu, maka Raja Sulaiman pun berkata, "Kembalilah kamu dengan
hadiah-hadiah ini kepada ratumu. Katakanlah kepadanya bahwa Allah telah
memberiku rezeki dan kekayaan yang melimpah ruah dan mengarunjaiku nikmat yang
tidak diberikan kepada makhluk-Nya yang lain. Selain itu aku telah diutus
sebagai nabi dan rasul-Nya dan dianugerahi kerajaan yang luas serta kekuasaanku
meliputi jin dan binatang-binatang." Utusan Ratu Balqis segera kembali ke
negerinya dan langsung menemui ratunya. Sementara sang Ratu terperanjat
mendengarkan cerita tentang kerajaan Sulaiman dan utusannya. Diam-diam Ratu
Balqis sangat ingin melihat dari dekat bagaimana kerajaan Sulaiman.Dalam hatinya
ingin menaklukkan dan menguasai kerajaan itu.
Ratu Balqis membawa laskarnya yang terpilih. Mereka berangkat
menuju kerajaan Sulaiman. Sementara itu mata-mata kerajaan Sulaiman yang
terdiri dari para jin memberitahukan kepada sang raja bahwa tak lama lagi Ratu
Balqis akan datang bersama laskar pilihannya. Maka Raja Sulaiman mengumpul para
jin dengan maksud memberi tugas penting.
"Siapa yang bisa memindahkan singgsana Ratu Balqis?"
tanya Nabi Sulaiman. "Saya sanggup memindahkannya, sebelum Tuan berdiri dari
tempat duduk, "jawab jin Ifrit. "Kalau saya sanggup memindahkannya
sebelum mata Tuan berkedip," kata orang saleh dari kaum Nabi Sulaiman.
Pada saat itu juga singgasana Ratu Balqis sudah berada di depan Nabi Sulaiman.
Melihat hal itu, Nabi Sulaiman langsung bersungkur sujud dan bersyukur kepada
Allah atas kekuasaan Allah yang telah diperlihatkan kepadanya. Beliau pun
memerintahkan bangsa jin untuk membangun sebuah istanaa yang sangat indah.
Lantainya terbuat dari kristal bening. Dindingnya dari kayu cendana yang harum.
Atapnya terbuat dari kaca sehingga cahaya matahari dapat dibiaskan
menjadi tujuh warna. Beliau memerintahkan agar pembangunan istana itu
diselesaikan sesegera mungkin sebelum Ratu Balqis datang.
Tak lama kemudian, tibalah Ratu Balqis di kerajaan Sulaiman. Ia
menyarankan agar para laskar yang mengawalnya cukup berhenti di luar kota untuk
menjaga hal-hal yang tidak diinginkan. Ratu Balqis hanya dikawal beberapa orang
pembesar memasuki istana Raja Sulaiman. Ia benar-benar takjub dengan kemegahan
dan kemewahan kerajaan tersebut. Berkali-kali mulutnya berdecak kagum dan
kepala bergeleng-geleng. Ratu Balqis dipersilahkan duduk di singgasana yang
telah dipersiapkan.
"Wah, rasanya seperti
singgasana di kerajaanku?" gumam Balqis terkagum-kagum. "Benarkah?",
tanya Raja Sulaiman. "Ya, ini benar-benar persis seperti
singgasanaku."
"Ketahuilah bahwa singgasana
ini memang benar-benar milikmu. Singgasana ini kupindahkan ke mari sebelum
engkau datang," Nabi Sulaiman menjelaskan.
Ratu Balqis semakin heran dengan kemukjizatan Sulaiman. Akhirnya di saat itulah
dia menyatakan beriman kepada Allah dan meninggalkan cara lama, yakni kebiasaan
menyembah matahari.
Mendengar
pernyataan ini, Raja Sulaiman senag hatinya. Ia lalu mengajak Ratu Balqis
berkeliling-keliling istana. Lagi-lagi ratu dibuat takjub ketika memasuki
lantai kaca yang dikiranya air, sehingga ia buru-buru mengangkat gamis (baju
panjangnya).
"Tak
usah mengangkat gamismu, ini bukan air, tetapi hanya lantai kaca" kata
Sulaiman sambil tersenyum. Semenjak itulah antara kerajaan Saba dan kerajaan
Sulaiman bekerja sama dengan baik, karena seiman/seagama. Ratu Balqis
mengharuskan rakyatnya memeluk agama nabi Sulaiman Alaihis Salam (Islam).
Akhirnya Ratu Balqis yang cantik itu pun diperistri oleh Nabi Sulaiman, dan
kerajaan dijadikan satu.
banyak cerita lainnya tentang nabi,, silahkan klik disini
banyak cerita lainnya tentang nabi,, silahkan klik disini

Artikelnya sangat bermanfaat,, visit balik ya http://puasa-pada-hari-jumat.blogspot.com/
BalasHapus