KISAH NABI MUSA A.S
(Part 1)
Segala Puji
Milik Allah atas segala karunia-Nya kepada kita semua, segala kenikmatan yang
tidak akan pernah kita sanggup untuk membalasnya, bahkan pun jika seluruh ‘amal
kebajikan manusia sejak Nabi Adam hingga akhir zaman dikumpulkan, tidak akan
ada nilainya dibanding setetes nikmat yang Allah turunkan ke muka bumi. Diblog
ini saya akan menceritakan sedikit cuplikan kisah Nabi Ismail a.s, semoga
kisah-kisah beliau dapat menjadikan kita semua yang membacanya menjadi pribadi yang
lebih baik lagi. Amin.
Nabi Musa A.S.
adalah seorang bayi yang dilahirkan dikalangan Bani Isra'il yang pada ketika
itu dikuasai oleh Raja Fir'aun yang bersikap kejam dan zalim. Nabi musa lahir
di negri mesir ayahnya bernama Imran dan ibunya bernama yukabad.
Raja Fir'aun
yang memerintah Mesir sekitar kelahirannya Nabi Musa, adalah seorang raja yang
zalim, kejam dan tidak berperikemanusiaan. Ia memerintah negaranya dengan
kekerasan, penindasan dan melakukan sesuatu dengan sewenang-wenangnya.
Rakyatnya hidup dalam ketakutan dan rasa tidak aman tentang jiwa dan harta
benda mereka, terutama Bani Isra'il yang menjadi hamba kekejaman, kezaliman dan
bertindak sewenang-wenangnya dari raja dan orang-orangnya. Mereka merasa tidak
tenteram dan selalu dalam keadaan gelisah, walau pun berada dalam rumah mereka
sendiri. Mereka tidak berani mengangkat kepala bila berhadapan dengan seorang
hamba raja dan berdebar hati mereka karena ketakutan bila kedengaran suara
pegawai-pegawai kerajaan berlalu lalang di sekitar rumah mereka. Raja Fir'aun
yang sedang mabuk kuasa yang tidak terbatas itu, bahkan mengumumkan dirinya
sebagai tuhan yang harus disembah oleh rakyatnya. Pada suatu hari beliau telah
terkejut oleh ramalan oleh seorang ahli nujum kerajaan yang dengan tiba-tiba datag
menghadap raja dan memberitahu bahwa menurut firasatnya, seorang bayi lelaki
akan dilahirkan dari kalangan Bani Isra'il yang kelak akan menjadi musuh
kerajaan dan bahkan akan membinasakannya. Raja Fir'aun segera mengeluarkan
perintah agar semua bayi lelaki yang dilahirkan di dalam lingkungan kerajaan
Mesir dibunuh, Setiap rumah dimasuki dan diselidiki dan setiap perempuan hamil
menjadi perhatian mereka pada saat melahirkan bayinya. Raja Fir'aun menjadi
tenang kembali dan merasa aman tentang kekebalan kerajaannya setelah mendengar
para anggota kerajaannya, bahwa wilayah kerajaannya telah menjadi bersih dan
tidak seorang pun dari bayi laki-laki yang masih hidup. Yukabad, isteri Imron
bin Qahat bin Lawi bin Ya'qub tengah mengandung, tiba waktunya ia melahirkan,
tapi ia sangat terkejut ternyata bayi yang ia lahirkan adalah bayi laki-laki.
Yukabad sangat sedih dan cemas, ia takut kalau bayinya di bunuh oleh raja
Fir’aun. Akhirnya yukabad dan suaminya merahasiakan kelahiran bayinya itu. Setelah
bayi mencapai tiga bulan, Yukabad tidak merasa tenang dan selalu berada dalam
keadaan cemas dan khuatir terhadap keselamatan bayinya. Allah memberi ilham
kepadanya agar menyembunyikan bayinya di dalam sebuah peti yang tertutup rapat,
kemudian membiarkan peti yang berisi bayinya itu terapung di atas sungai Nil.
Kakak Musa diperintahkan oleh ibunya untuk mengawasi dan mengikuti peti rahsia
itu agar diketahui di mana ia berlabuh dan ditangan siapa akan jatuh peti yang
mengandungi erti yang sgt besar bagi perjalanan sejarah umat manusia.
Alangkah
cemasnya hati kakak Musa, ketika melihat dari jauh bahwa peti yang diawasi itu,
dijumpai oleh puteri raja yang kebetulan berada di tepi sungai Nil bersantai
bersama beberapa dayangnya dan dibawanya masuk ke dalam istana dan diserahkan kepada
ibunya, isteri Fir'aun. Nabi musa di utus oleh allah untuk kaum bani israil,
yang kala itu masih berada di mesir . dalam menjalankan misi dakwahnya nabi
musa di dampingi oleh sahabatnya yang bernama Harun. Pertama kali musa menerima
wahyu, ialah ketika beliau berada di lembah suci (thuwa). Nabi musa bisa
membebaskan bangsa isra’il dan mengeluarkannya dari negri mesir dan sekaligus
dapat membinasakan Raja fir’aun berkat petolongan allah. Setelah keluar dari
mesir kemudian nabi musa naik ke gunung thursina untuk menerima kitab taurat
dari allah SWT. Berupa kepingan-kepingan batu di dalamnya tertulis pedoman
hidup dan penuntun ibadah kepada allah.
Masih banyak serita kisah-kisah nabi lainnya,,, silahkan klik disini

Artikelnya bermanfaat buat saya, visit juga ya http://kisah-surat-alanfal.blogspot.com/
BalasHapus