KISAH NABI ILYASA’ A.S.
Segala Puji
Milik Allah atas segala karunia-Nya kepada kita semua, segala kenikmatan yang
tidak akan pernah kita sanggup untuk membalasnya, bahkan pun jika seluruh ‘amal
kebajikan manusia sejak Nabi Adam hingga akhir zaman dikumpulkan, tidak akan
ada nilainya dibanding setetes nikmat yang Allah turunkan ke muka bumi. Diblog
ini saya akan menceritakan sedikit cuplikan kisah Nabi Ismail a.s, semoga
kisah-kisah beliau dapat menjadikan kita semua yang membacanya menjadi pribadi yang
lebih baik lagi. Amin.
Nabi Ilyasa As termasuk salah satu nabi yang diutus oleh Allah
SWT. Allah SWT menyebut namanya dan memujinya tetapi tidak menceritakan
kisahnya. Allah SWT berfirman dalam surah Shad:
“Dan inilah hamba-hamba Kami:
Ibrahim, Ishak dan Yakub yang mempunyai perbuatan-perbuatan besar dan ilmu-ilmu
yang tinggi. Sesungguhnya Kami telah menyucikan mereka dengan (menganugerahkan
kepada mereka) akhlak yang tinggi, yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada
negeri akhirat. Dan sesungguhnya mereka pada sisi Kami benar-benar termasuk
orag-orang pilihan yang baik. Dan ingatlah akan Ismail, Ilyasa’ dan Zulkilfi.
Semuanya termasuk orang-orang yang paling baik.” (QS. Shad: 45-48)
Al-Yasa'
adalah Nabi selanjutnya untuk bangsa Israel. Dia menghadapi sikap penyangkalan
Raja dan Ratu Israel terhadap agama sepeninggal Ilyas. Al-Yasa' menunjukkan
banyak mukjizat untuk menunjukkan kekuasaan Allah, tapi mereka malah
menyebutnya tukang sihir, sama seperti ketika mereka menyebut Nabi Ilyas
sebelumnya. Mereka terus membangkang sepanjang hidup Al-Yasa'. Setelah beberapa
lama, bangsa Israel ditaklukkan oleh Bangsa Assyria. Bangsa Assyria
menghancurkan Kuil Gunung dan menyebabkan kerusakan parah di Israel.
Nama Al-Yasa disebut dalam kisah Nabi Ilyas, saat rasul
itu dikejar-kejar oleh kaumnya dan bersembunyi di rumah Al-Yasa. Maka besar
kemungkinan Al-Yasa juga tinggal di seputar lembah sungai Jordan. Ketika Ilyas
bersembunyi di rumahnya, Al-Yasa masih seorang belia. Saat itu ia tengah
menderita sakit kemudian Ilyas membantu menyembuhkan penyakitnya. Setelah
sembuh, Al-Yasa pun menjadi anak angkat Ilyas yang selalu mendampingi untuk
menyeru ke jalan kebaikan. Al-Yasa melanjutkan tugas kenabian tersebut begitu
Ilyas meninggal. Al-Yasa melanjutkan misi ayah angkatnya, agar kaumnya kembali
taat kepada ajaran Allah. Al-Yasa' kemudian mendapati bahwa manusia ternyata
begitu mudah kembali ke jalan sesat. Itu terjadi tak lama setelah Ilyas wafat.
Padahal masyarakat lembah sungai Yordania itu sempat mengikuti seruan Ilyas agar
meninggalkan pemujaannya pada berhala. Pada kalangan itulah Ilyasa tak lelah
menyeru ke jalan kebaikan. Dikisahkan bahwa mereka tetap tak mau mendengar
seruan Al-Yasa', dan mereka kembali menanggung bencana kekeringan yang luar
biasa.
Pendapat yang utama menyatakan bahwa Nabi Ilyasa As
adalah Yasa’ yang disebutkan dalam Taurat, sementara Injil Bamabas menceritakan
bahwa beliau mampu menghidupkan orang yang mati. Ini adalah mukzijat beliau.
silahkan baca kisah lainnya disini

Terimakasih gan atas infonya yang bermanfaat ini, visit balik ya http://shalat-sunah-hajat.blogspot.com/
BalasHapus