Segala Puji
Milik Allah atas segala karunia-Nya kepada kita semua, segala kenikmatan yang
tidak akan pernah kita sanggup untuk membalasnya, bahkan pun jika seluruh ‘amal
kebajikan manusia sejak Nabi Adam hingga akhir zaman dikumpulkan, tidak akan
ada nilainya dibanding setetes nikmat yang Allah turunkan ke muka bumi. Diblog
ini saya akan menceritakan sedikit cuplikan kisah Nabi Ismail a.s, semoga
kisah-kisah beliau dapat menjadikan kita semua yang membacanya menjadi pribadi yang
lebih baik lagi. Amin.
Mereka
menamakannya Yunus, Dzun Nun, dan Yunan. Beliau merupakan seorang Nabi yang
mulia yang diutus oleh Allah SWT kepada kaumnya. Beliau menasihati mereka dan
membimbing mereka ke jalan kebenaran dan kebaikan; beliau mengingatkan mereka
akan kedahsyatan hari kiamat dan menakut-nakuti mereka dengan neraka dan
mengiming-imingi mereka dengan surga; beliau memerintahkan mereka dengan
kebaikan dan mengajak mereka hanya menyembah kepada Allah SWT.
Sejarah
mencatat bahwa Nabi Yunus adalah penyampai risalah agama Allah yang hanif
kepada kaum Ninawa, sebuah daerah di sekitar kota Moshul, Irak. Ia bertanggung
jawab meluruskan keyakinan kaum Ninawa yang masih menyembah berhala sebagai
Tuhannya. Namun, selama 30 tahun berdakwah, tak banyak yang beriman. Hanya dua
orang saja yang mengikuti seruanya: Rubilb dan Tanukh.
Dan Yunus pun kesal. Ia hampir putus
asa. Allah pun memberi kesempatan kedua selama 40 hari kepada kaum Ninawa.
Sayang, kesempatan itu tidak juga membuat kaum Ninawa bertaubat. Yunus kesal
dan jengkel. Ia pun meninggalkan kaumnya. Iaberharap agar azab yang
diwanti-wanti itu langsung menimpa kaumnya yang membangkang. Rupanya,
sepeninggal Yunus, azab Allah menampakkan tanda-tandanya pada kaum Ninawa:
Langit hitam pekat, menggumpal-gumpal. Kota Ninawa gelap gulita. Angin bergemuruh
dahsyat. Hewan-hewan gelisah ketakutan. Dan penduduknya cemasdan panik. Pada
saat itulah, hidayah Allah menyinari kaum Ninawa. Mereka menyesal, bertaubat
dan menyadari betapa Yunus adalah Nabi, adalah pembawa pesan kebenaran. Allah
Maha Penerima Taubat. Azab itu tak jadi turun. Namun sayang, Yunus telah pergi
dengan hati yang kesal, putus asa dan berduka.Sementara itu, di lain tempat,
Yunus sedang mempertaruhkan hidupnya. Ia sedang mengundi nasib dengan para
penumpang perahu yang ditumpanginya: sebuah undian untuk membuang salah satu
penumpang ke laut agar perahu tidak oleng dan tenggelam karena badai dahsyat
tengah bergejolak. Sayang, setelah tiga kali diundi,Yunus kalah.Sebagai seorang
Nabi, Yunus merasa semuanya adalah kehendak Allah. Ia pun pasrah. Ia menyesali
tindakanya meninggalkan kaum Ninawa. Padahal, semestinya,ia menunggu perintah
Allah sebelum hengkang. Yunus tak ingin berlama-lama. Iapun langsung
menceburkan diri ke laut. Tubuhnya langsung digulung ombak. AllahMaha
Penyelamat. Pada saat itulah, seekor paus melahap tubuhnya bulat-bulat (berkaitan
dengan inilah, Yunus kemudian dikenal dengan sebutan
Dzun Nun yang artinya SiEmpu Paus). Di dalam perut
paus yang gulita, pengap, amis dan menyengat itulah puncak kesedihan Yunus
menjadi-jadi. Hanya ada satu pekerjaan yang dilakukannya: berzikir dan berdoa
kepada Allah agar dilepaskan dari ujian berat itu. Dan Yunus pun berdoa,
“La ilaha illa anta. Subhanaka inni kuntu
minazhalimin.”
Yang artinya : “Sesungguhnya tiada Tuhan (yang dapat menolong) melainkan Engkau (ya
Allah)! Maha Suci Engkau (daripada melakukan aniaya, tolongkanlah
daku)!Sesungguhnya aku adalah dari orang-orang yang menganiaya (menzhalimi)diri
sendiri.” (Quran Surah Al-Anbiya, 21:87)
Kisah selanjutnya silahkan baca disini
Kisah selanjutnya silahkan baca disini

infonya top gan, kunjungan baliknya ditunggu ya gan http://puasa-daud.blogspot.com/
BalasHapus