Rabu, 06 Februari 2013

NABI ZAKARIA A.S


KISAH NABI ZAKARIA A.S
nama 25 nabi

Segala Puji Milik Allah atas segala karunia-Nya kepada kita semua, segala kenikmatan yang tidak akan pernah kita sanggup untuk membalasnya, bahkan pun jika seluruh ‘amal kebajikan manusia sejak Nabi Adam hingga akhir zaman dikumpulkan, tidak akan ada nilainya dibanding setetes nikmat yang Allah turunkan ke muka bumi. Diblog ini saya akan menceritakan sedikit cuplikan kisah Nabi Ismail a.s, semoga kisah-kisah beliau dapat menjadikan kita semua yang membacanya menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Amin.
Nabi Zakariya a.s  adalah putra Barkhiya. Beliau termasuk Nabi-nabi Bani Israil. Beliau diutus oleh Allah kepada kaum Bani Israil untuk menuntun mereka beriman kepada Allah s.w.t. beliau juga merupakah ahli taurot dan menjadi guru dan penjaga rumah ibadah baitul muqoddis. Nabi Zakaria adalah ayah dari Nabi Yahya putera tunggalnya yang lahir setelah ia mencapai usia sembilan puluh tahun. Sejak beristeri Hanna, ibu saudaranya Maryam, Zakariamendambakan mendapat anak yang akan menjadi pewarisnya. Siang dan malam tiada henti-hentinya ia memanjatkan doanya dan permohonan kepada Allah agar dikurniai seorang putera yang akan dapat meneruskan tugasnya memimpin Bani Israil. Ia khuatir bahawa bila ia mati tanpa meninggalkan seorang pengganti, kaumnya akan kehilangan pemimpin dan akan kembali kepada cara-cara hidup mereka yang penuh dengan mungkar dan kemaksiatan dan bahkan mungkin mereka akan mengubah syariat Musa dengan menambah atau mengurangi isi kitab Taurat sekehendak hati mereka. Selain itu, ia sebagai manusia, ingin pula agar keturunannya tidak terputus dan terus bersambung dari generasi sepanjang Allah mengizinkannya dan memperkenankan.
Istri beliau bernama Elisabeth, namun sampai tua mereka tidak memiliki putra. Elisabeth memiliki saudara perempuan yang bernama Hannah. Suami Hannah bernama Imran termasuk salah seorang pemuka Bani Israil, dan mereka ini tidak memiliki anak pula. Lalu mereka berdoa kepada Allah s.w.t. bila kelak memperoleh anak, maka anak itu akan diserahkan kepada Allah untuk mengabdi di Baitul Maqdis dan memelihara rumah suci itu. Doa mereka diterima oleh Allah s.w.t., dan lahirlah seorang putri yang bernama Maryam. Namun ketika Maryam masih kecil ayahnya meninggal. Berdatanganlah orang ingin mengasuh Maryam, untuk itu diadakan undian, dan ternyata yang mendapat undian itu adalah Nabi Zakariya a.s. dan mulai saat itu Maryam diasuh oleh Nabi Zakariya. Maryam semakin besar, dan terdapat tanda kemuliaan pada dirinya. Dan Nabi Zakariya semakin tua namun belum juga memiliki putra, sedangkan istri beliau tidak dapat memberikan keturunan, padahal keinginan Nabi Zakariya memperoleh putra besar sekali. Dikala beliau sedang beribadah, datanglah Malaikat Jibril memberi kabar gembira tentang kelahiran putra beliau. Demikianlah dalam usia tua, istri beliau melahirkan seorang putra yang diberi nama Yahya. Setelah Yahya besar, maka beliau diutus oleh Allah untuk menjadi Rasul agar menuntun umatnya dalam beriman kepada Allah s.w.t.

Silahkan baca kisah lainnya disini

1 komentar:

  1. terima kasih, artikelnya sangat bagus ^
    visit balik ya http://puasa-seorang-musafir.blogspot.com/

    BalasHapus