KISAH NABI ZAKARIA A.S
Segala Puji
Milik Allah atas segala karunia-Nya kepada kita semua, segala kenikmatan yang
tidak akan pernah kita sanggup untuk membalasnya, bahkan pun jika seluruh ‘amal
kebajikan manusia sejak Nabi Adam hingga akhir zaman dikumpulkan, tidak akan
ada nilainya dibanding setetes nikmat yang Allah turunkan ke muka bumi. Diblog
ini saya akan menceritakan sedikit cuplikan kisah Nabi Ismail a.s, semoga
kisah-kisah beliau dapat menjadikan kita semua yang membacanya menjadi pribadi yang
lebih baik lagi. Amin.
Nabi Zakariya a.s adalah putra Barkhiya. Beliau termasuk
Nabi-nabi Bani Israil. Beliau diutus oleh Allah kepada kaum Bani Israil untuk
menuntun mereka beriman kepada Allah s.w.t. beliau juga merupakah ahli taurot
dan menjadi guru dan penjaga rumah ibadah baitul muqoddis. Nabi Zakaria adalah
ayah dari Nabi Yahya putera tunggalnya yang lahir setelah ia mencapai usia
sembilan puluh tahun. Sejak beristeri Hanna, ibu saudaranya Maryam, Zakariamendambakan mendapat anak yang akan menjadi pewarisnya. Siang dan malam tiada
henti-hentinya ia memanjatkan doanya dan permohonan kepada Allah agar dikurniai
seorang putera yang akan dapat meneruskan tugasnya memimpin Bani Israil. Ia
khuatir bahawa bila ia mati tanpa meninggalkan seorang pengganti, kaumnya akan
kehilangan pemimpin dan akan kembali kepada cara-cara hidup mereka yang penuh
dengan mungkar dan kemaksiatan dan bahkan mungkin mereka akan mengubah syariat
Musa dengan menambah atau mengurangi isi kitab Taurat sekehendak hati mereka. Selain
itu, ia sebagai manusia, ingin pula agar keturunannya tidak terputus dan terus
bersambung dari generasi sepanjang Allah mengizinkannya dan memperkenankan.
Istri beliau bernama
Elisabeth, namun sampai tua mereka tidak memiliki putra. Elisabeth memiliki saudara
perempuan yang bernama Hannah. Suami Hannah bernama Imran termasuk salah
seorang pemuka Bani Israil, dan mereka ini tidak memiliki anak pula. Lalu
mereka berdoa kepada Allah s.w.t. bila kelak memperoleh anak, maka anak itu
akan diserahkan kepada Allah untuk mengabdi di Baitul Maqdis dan memelihara
rumah suci itu. Doa mereka diterima oleh Allah s.w.t., dan lahirlah seorang
putri yang bernama Maryam. Namun ketika Maryam masih kecil ayahnya meninggal.
Berdatanganlah orang ingin mengasuh Maryam, untuk itu diadakan undian, dan
ternyata yang mendapat undian itu adalah Nabi Zakariya a.s. dan mulai saat itu
Maryam diasuh oleh Nabi Zakariya. Maryam semakin besar, dan terdapat tanda
kemuliaan pada dirinya. Dan Nabi Zakariya semakin tua namun belum juga memiliki
putra, sedangkan istri beliau tidak dapat memberikan keturunan, padahal
keinginan Nabi Zakariya memperoleh putra besar sekali. Dikala beliau sedang
beribadah, datanglah Malaikat Jibril memberi kabar gembira tentang kelahiran
putra beliau. Demikianlah dalam usia tua, istri beliau melahirkan seorang putra
yang diberi nama Yahya. Setelah Yahya besar, maka beliau diutus oleh Allah
untuk menjadi Rasul agar menuntun umatnya dalam beriman kepada Allah s.w.t.
Silahkan baca kisah lainnya disini

terima kasih, artikelnya sangat bagus ^
BalasHapusvisit balik ya http://puasa-seorang-musafir.blogspot.com/