KISAH NABI YAHYA A.S
"Bismi-llahi
ar-rahmani ar-rahimi"
(Dengan
Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang)
Nabi yahya di lahirkan saat
orang tuanya sudah berusia lanjut, Nabi Yahya yang lahir pada tahun 7 SM
merupakan anak satu- satunya Nabi Zakaria. Ibunya yang bernama maryam adalah
saudara perempuan Hannah yang merupakan istri Imran dan ibu dari Maryam. Sejak
usia dini Yahya sudah diajari dan hafal ajaran- ajaran yang terkandung dalam
kitab Taurat dan Zabur. Yahya diangkat Allah Swt. menjadi nabi pada tahun 27 M.
Ia membantu ayahnya berdakwah dengan mengingatkan kaumnya dan para pemimpin
Bani Israil yang melanggar hukum Taurat. Ia sangat berani menegakkan kebenaran
dan memberlakukan hukum agama dengan tegas. Ia juga selalu menganjurkan agar
kaumnya yang berdosa segera bertobat. Pertobatan ini ditandai dengan
dipermandikan (dibaptiskan) di sungai Yordan. Karena itu, Yahya dijuluki
al-Ma'madan (Pembaptis). Hingga sekarang, upacara pembaptisan ini masih
dilakukan oleh umat Kristen.
Dakwah yang dilakukan
oleh Nabi Yahya as tidak setengah-setengah. Ia tetap konsisten mengatakan yang
benar itu benar dan yang salah tetaplah salah, seperti penolakannya terhadap
rencana pernikahan Raja Herodus dengan putri kandungnya sendiri yang bernama
Hirodia.
Pendapatnya tetap kuat meski yang dihadapinya adalah seorang raja.
Pendapatnya tetap kuat meski yang dihadapinya adalah seorang raja.
"Pernikahan itu tidak akan saya
akui, malah saya akan tetap menentangnya sampai kapanpun," ucap Nabi Yahya
as kepada masyarakat yang menunggu keputusannya.
"Baiklah, kami juga tidak akan
membenarkan pernikahan itu," ujar masyarakat kepada Nabi Yahya as.
Pada saat itu, memang Nabi Yahya as
telah menjadi panutan masyarakat. Apapun yang diucapkannya senantiasa diikuti,
begitu pula sesuatu yang dilarang juga akan dipatuhi.
Alasan Nabi Yahya as melarang pernikahan itu sangalah kuat, yaitu karena Hirodia merupakan anak kandung dari Raja Hirodus itu sendiri. Pernikahan seperti itu sangatlah dilarang oelh Allah SWT.
Alasan Nabi Yahya as melarang pernikahan itu sangalah kuat, yaitu karena Hirodia merupakan anak kandung dari Raja Hirodus itu sendiri. Pernikahan seperti itu sangatlah dilarang oelh Allah SWT.
Hirodia Merayu Nabi Yahya as. Hirodia memang tengah menjadi buah
bibir setiap pemuda Palestina. Kecantikannya seperti bulan purnama, matanya
jernih laksana bintang kejora, tubuhnya ramping dan seksi dengan rambut hitam yang
panjang semakin menambah cantik wajahnya.
Pada akhirnya, kabar penolakan Nabi Yahya as terhadap rencana pernikahna itu sampai juga ke telinga Hirodia. Ia sangat terkejut sekaligus takut bila renca menjadi permaisuri tidak menjadi kenyataan. Karenanya, ia membuat siasat untuk merayu Nabi Yahya as dengan modal kecantikannya. Setelah berhias secantik mungkin, Hirodia menyelinap masuk ke kamar Nabi Yahya as.
Pada akhirnya, kabar penolakan Nabi Yahya as terhadap rencana pernikahna itu sampai juga ke telinga Hirodia. Ia sangat terkejut sekaligus takut bila renca menjadi permaisuri tidak menjadi kenyataan. Karenanya, ia membuat siasat untuk merayu Nabi Yahya as dengan modal kecantikannya. Setelah berhias secantik mungkin, Hirodia menyelinap masuk ke kamar Nabi Yahya as.
"Wahai Yahya, tidak tertarikkah
engkau kepada tubuhku ini?" rayu Hirodia sambil memperlihatkan tubuhnya.
"Hirodia, tutuplah tubuhmu,
ketahuilah bahwa orang-orang yang melakukan mesum akan disiksa di hari kiamat
dan berbau lebih busuk dari bau bangkai," tolak Nabi Yahya as pada ajakan Hirodia untuk
berbuat mesum. Mendengar jawaban Nabi Yahya as yang demikian, Hirodia menjadi
sangat jengkel. Ia lantas meminta kepada Herodus agar membunuh Nabi Yahya as.
"Sekiranya engaku benar-benar cinta kepadaku, aku ingin bukti darimu," ucap Hirodia kepada Raja Herodus. "Bukti apa yang engkau inginkan?" tanya Raja Herodus. "Aku ingin engkau membunuh Nabi Yahya as agar tidak ada lagi orang yang menentang rencana pernikahan kita," jelas Hirodia. Akhirnya, Raja Herodus menyuruh prajuritnya untuk membunuh Nabi Yahya as. Darah pun mengucur dengan derasnya mengiringi kematian Nabi Yahya as yang sangat disegani oleh rakyat Herodus itu. Beliau pun tewas dalam memegang syariat agama Allah SWT.
"Sekiranya engaku benar-benar cinta kepadaku, aku ingin bukti darimu," ucap Hirodia kepada Raja Herodus. "Bukti apa yang engkau inginkan?" tanya Raja Herodus. "Aku ingin engkau membunuh Nabi Yahya as agar tidak ada lagi orang yang menentang rencana pernikahan kita," jelas Hirodia. Akhirnya, Raja Herodus menyuruh prajuritnya untuk membunuh Nabi Yahya as. Darah pun mengucur dengan derasnya mengiringi kematian Nabi Yahya as yang sangat disegani oleh rakyat Herodus itu. Beliau pun tewas dalam memegang syariat agama Allah SWT.
Masih banyak kisah-kisah nabi lainnya,, anda mau baca? silahkan klik disini

Terimakasih gan atas infonya yang bermanfaat ini, visit balik ya http://puasa-pada-hari-jumat.blogspot.com/
BalasHapus