KISAH NABI DAUD A.S Part 1
Segala Puji
Milik Allah atas segala karunia-Nya kepada kita semua, segala kenikmatan yang
tidak akan pernah kita sanggup untuk membalasnya, bahkan pun jika seluruh ‘amal
kebajikan manusia sejak Nabi Adam hingga akhir zaman dikumpulkan, tidak akan
ada nilainya dibanding setetes nikmat yang Allah turunkan ke muka bumi. Diblog
ini saya akan menceritakan sedikit cuplikan kisah Nabi Ismail a.s, semoga
kisah-kisah beliau dapat menjadikan kita semua yang membacanya menjadi pribadi
yang lebih baik lagi. Amin.
Daud bin Yisya adalah salah seorang
dari tiga belas bersaudara turunan ketiga belas dari Nabi Ibrahim a.s. Ia
tinggal bermukim di kota Baitlehem, kota kelahiran Nabi Isa a.s. bersama ayah
dan tiga belas saudaranya. ia juga merupakan raja kedua yang paling terkenal
dalam kerajaan Israel. Dalam agama Islam Nabi Daud menerima kitab Zabur,
sementara dalam agama Kristen Daud menuliskan banyak Mazmur yang dikumpulkan ke
dalam kitab Mazmur. Daud adalah moyang dari Yesus atau Isa al-masih.
Ketika raja Thalout raja Bani
Isra'il mengerahkan orang supaya memasuki tentera dan menyusun tentera rakyat
untuk berperang melawan bangsa Palestin, Daud bersama dua orang kakaknya
diperintahkan oleh ayahnya untuk turut berjuang dan menggabungkan diri ke dalam
barisan askar Thalout. Khusus kepada Daud sebagai anak yang termuda di antara
tiga bersaudara, ayahnya berpesan agar ia berada di barisan belakang dan tidak
boleh turut bertempur. Ia ditugaskan hanya untuk melayani kedua kakaknya yang
harus berada dibarisan depan, membawakan makanan dan minuman serta keperluan-2
lainnya bagi mereka, di samping ia harus dari waktu ke waktu memberi lapuran
kepada ayahnya tentang jalannya pertempuran dan keadaan kedua kakaknya di dalam
medan perang. Akan tetapi ketika pasukan Thalout dari Bani Isra'il berhadapan
muka dengan pasukan Jalout dari bangsa Palestin, Daud lupa akan pesan ayahnya
tatkala mendengar suara Jalout yang nyaring dengan penuh kesombongan menentang
mengajak berperang, sementara jaguh-jaguh perang Bani Isra'il berdiam diri
sehinggapi rasa takut dan kecil hati. Ia secara spontan menawarkan diri untuk
maju menghadapi Jalout dan terjadilah pertempuran antara mereka berdua yang
berakhir dengan terbunuhnya Jalout. Sebagai imbalan bagi jasa Daud mengalahkan
Jalout maka dijadikan menantu oleh Thalout dan dikahwinkannya dengan puterinya
yang bernama Mikyal. Suasana keakraban, saling sayang dan saling cinta yang
meliputi hubungan sang menantu Daud dengan sang mertua Thalout tidak dapat
bertahan lama. Pada akhir waktunya Daud merasa bahwa ada perubahan dalam sikap
mertuanya terhadap dirinya. Muka manis yang biasa ia dapat dari mertuanya
berbalik menjadi muram dan kaku, kata-katanya yang biasa didengar lemah-lembut
berubah menjadi kata-kata yang kasar dan keras.
Pada esok harinya Daud terbangun
oelh suara seorang pesurh Raja yang menyampaikan panggilan dan perintah
kepadanya untuk segera datang menghadap. Berkata sang raja kepada Daud yang
berdiri tegak di hadapannya: "Hai Daud fikiranku kebelakang ini sgt
terganggu oleh sebuah berita yang menrungsingkan. Aku mendengar bahwa bangsa
Kan'aan sedang menyusun kekuatannya dan mengerahkan rakyatnya untuk datang
menyerang dan menyerbu daerah kita. Engkaulah harapan ku satu-satunya, hai Daud
yang akan dapat menanganu urusan ini maka ambillah pedangmu dan siapkanlah
peralatan perangmu pilihlah orang-orang yang engkau percayai di antara
tenteramu dan pergilah serbu mereka di rumahnya sebelum sebelum mereka sempat
datang kemari. Janganlah engkau kembali dari medan perang kecuali dengan
membawa bendera kemenangan atau dengan jenazahmu dibawa di atas bahu
orang-orangmu." Thalout hendak mencapi dua tujuan sekaligus dengan
siasatnya ini, ia handak menghancurkan musuh yang selalu mengancam negerinya
dan bersamaan dengan itu mengusirkan Daud dari atas buminya karena hampir dapat
memastikan kepada dirinya bahwa Daud tidak akan kembali selamat dan pulang
hidup dari medan perang kali ini. Dengan bertawakkal kepada Allah berpasrah
diri kepada takdir-Nya dan berbekal iman dan talwa di dalam hatinya
berangkatlah Daud berserta pasukannya menuju daerah bangsa Kan'aan. Ia tidak
luput dari lindungan Allah yang memang telah menyuratkan dalam takdir-Nya
mengutuskan Daud sebagai Nabi dan Rasul. Maka kembalilah Daud ke kampung halamannya
berserta pasukannya dengan membawa kemenangan gilang-gemilang. Gagallah siasat
Thalout menyingkirkan Daud dengan meminjam tangan orang-orang Kan'aan. Thalout
yang dibayang rasa takut akan kehilangan kekuasaan melihat makin meluasnya
pengaruh Daud, ia berfikir jalan satu-satunya yang akan menyelamatkan dia dari
ancaman Daud ialah membunuhnya secara langsung. Lalu diaturlah rencana
pembunuhannya sedemikian cermatnya sehingga tidak akan menyeret namanya
terbawa-bawa ke dalamnya. Mikyal, isteri Daud yang dapat mencium rancangan
jahat ayahnya itu, segera memberitahu kepada suaminya, agar ia segera
menjauhkan diri dan meninggalkan kota secepat mungkin sebelum rancangan jahat
itu sempat dilaksanakan . Maka keluarlah Daud memenuhi anjuran isterinya yang
setia itu meninggalkan kota diwaktu malam gelap dengan tiada membawa bekal
kecuali iman di dada dan kepercayaan yang teguh yang akan inayahnya Allah dan
rahmat-Nya. Setelah berita menghilangnya Daud dari istana Raja diketahui oleh
umum, berbondong-bondonglah menyusul saudara-2nya, murid-2nya dari para
pengikutnya mencari jejaknya untuk menyampaukan kepadanya rasa setiakawan
mereka serta menawarkan bantuan dan pertolongan yang mungkin diperlukannya. Mereka
menemui Daud sudah agak jauh dari kota, ia lagi istirahat seraya merenungkan
nasib yang ia alami sebgai akibat dari perbuatan seorang hamba Allah yang tidak
mengenal budi baik sesamanya dan yang selalu memperturutkan hawa nafsunya
sekadar untuk mempertahankan kekuasaan duniawinya. Hamba Allah itu tidak sedar,
fikir Daud bahwa kenikmatan dan kekuasaan duniawi yang ia miliki adalah
pemberian Allah yang sewaktu-waktu dapat dicabut-Nya kembali dari padanya.
Masih banyak kisah-kisah nabi lainnya,, Anda ingin baca? slahkan lihat disini

postingan yang bagus gan, oh iya visit balik ya gan http://surat-yusuf.blogspot.com/
BalasHapus